Kamis, 03 Januari 2013

Analisis Sejarah Bahasa Inggris


Kali ini saya akan membahas tentang sejarah bahasa Inggris. Kenapa setiap kali berganti sekolah (SD ke SMP dan ke SMK) selalu saja ada pelajaran Bahasa Inggris. Padahal keseharian di rumah, saya pake bahasa Karuhun. Nah Jadi Bagaimana tentang Fenomena Bahasa Inggris ini? Saya telah surfing di www.google.com dan mencari data dengan keyword "sejarah pelajaran bahasa inggris di indonesia"... saya klik dengan halus beberapa situs. Dan akhirnya terpilihlah beberapa situs yang beruntung di kunjungi oleh saya.. untuk situsnya lihat aja nanti di Akhir yah!

langsung Aja kita masuk ke Sejarah Bahasa Inggis di Eropa.


Bahasa Inggis itu sebenernya ada kaitannya dengan Bahasa Jermanik Barat ada juga yang menyebutkan dengan Bahasa Jerman Purba. Terus Orang orang Jerman tersebut berpindah pindah ke Daratan yang sekarang dikenal Britania Raya dan sekitarnya.Bahasa Inggris sendiri mengalami perubahan warna melalui Arus suku suku yang memakainya. Awalnya ada:

Brighton (Bangsa Celtic) --> Bangsa Romawi --> Jutes --> Anglo --> Saxon --> Norman French


Untuk lebih jelasnya silahkan lihat disini 

terima kasih buat http://forum.kompas.com/sekolah-pendidikan/34453-mengenal-sejarah-bahasa-inggris.html yang telah memberikan Informasinya.


Next, kita masuk ke Sejarah Bahasa Inggis di Indonesia

Pertama saya kenalkan istilah Bahasa Asing dan Bahasa Kedua

Bahasa asing : bahasa yang yang tidak digunakan sebagai alat komunikasi di suatu negara di mana bahasa tersebut diajarkan.


Bahasa kedua : bahasa yang bukan bahasa utama namun menjadi salah satu bahasa yang digunakan secara umum di suatu negara. (contohnya penggunaan Bahasa Inggris di Singapura)

Nah jadi Posisi Bahasa Inggris di Indonesia adalah sebagai bahasa Asing

Kita bahas dengan Alur waktu.
Jaman Belanda
Pada masa peperangan dengan Belanda, Bahasa Inggris diajarkan di sekolah elit saja seperti MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs, setara SMP) dan AMS (Algemeene Middlebare School, setara SMA). Pasti udah pada tau kan? bahwa sekolah ini hanya menerima Anak kalangan elit dan petinggi-pentinggi saja dan pastinya anak Orang Belanda. Dan Oleh karena itu, Orang orang yang bisa bahasa Inggris (dan bahasa Asing lainnya) adalah kalangan kalangan atas
Lulusan sekolah tersebut biasanya mampu berbahasa Inggris dengan sangat baik. Selain itu, mereka juga wajib menguasai bahasa Belanda.

Jaman Jepang
Pada masa peperangan dengan Jepang, kondisi sebaliknya terjadi. Bahasa Belanda, Inggris, dan bahasa Eropa lainnya dilarang total digunakan di Indonesia. 
Sisi lainnya, Jepang merubah secara radikal sistem pendidikan, dari elitis menjadi egalitarian. Semua orang harus sekolah.
Selain itu, bahasa Jepang diajarkan secara intensif dan bahkan ditargetkan menjadi 'bahasa kedua' di Indonesia.

Jaman Kemerdekaan
Bahasa Inggris secara resmi diajarkan sebagai bahasa asing di sekolah-sekolah Indonesia seiring dengan keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1967.
Sejak saat itu, perubahan menteri, kurikulum, keadaan politik, ekonomi dan perkembangan ilmu pendidikan, terus mewarnai perkembangan pengajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia.
Mulai dari sistem pengajaran di mana siswa diwajibkan menghapal sekian ratus kata dan artinya dalam waktu tertentu, menguasai grammar, lalu berubah ke orientasi bahasa Inggris untuk komunikasi, sampai ke isu pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak saat ini.
Yang perlu menjadi catatan adalah dana trilyunan rupiah yang dikeluarkan untuk menyelenggarakan beragam pelatihan, seminar, peningkatan kualitas guru, perubahan kurikulum, pengadaan fasilitas bahasa semacam laboratorium hingga kamus dan semacamnya. Sebagian dari usaha ini membawa hasil positif, sebagian lainnya tidak jelas.


Walaupun kita terlahir bukan dengan bahasa Inggris tapi tak ada ruginya jika kita belajar bahasa Inggris. 
Ada tambahan: kita Bahas Bahasa Inggris di sekolah saya (walaupun gak penting penting amat).

Pelajaran Bahasa Inggris dihadapan gue (Gue-nya keluar) bagaikan benang kusut yang tak karuan. Soalnya setiap kali gue dapet pelajaran Bahasa inggris, Bukan Niat belajar yang diucapkan tapi Niat "Bismika Allahumma Ahya wabismika Amut..." tidur deh... Kalaupun gak tidur pasti senyum senyum palsu dan pura-pura ngerti. Entah Otak gue yang tiba-tiba power suplainya nge-drop, atau telinga gue yang tiba tiba menuli (menuli berasal dari kata tuli). ataukah guru mapelnya yang ngajarnya pake bahasa planet Mars (ohh... jadi ditelingan gue bahasa Mars itu sama kayak bahasa Inggris). Intinya selama ini Belajar Bahasa Inggris di sekolah gak karuan.
Sebenernya gue punya niat Belajar Bahasa Inggris lebih Intensif di rumah, tapi gak tau mulainya harus dari mana. Jadi gak Belajar deh (salah satu alasan gak belajar adalah karena siswa tidak tau mulainya harus dari mana "Hukum Roy I tentang keinginan belajar").
Tambahan: Guru Bahasa Inggris Gue adalah Mr Ujang. Guru pecinta One Direction yang super kece (berharap dapet nilai plus kalau Pak Ujang baca heheheh)
Tapi prioritas pelajaran Bahasa Inggris itu sangat penting. Kenapa? Karena.. 
  1. Udah Masuk UN (Ujian Negara)
  2. Kalau di SMK gue ada yang namanya wawancara Industri, kalau pengen kerja di Industri yang bagus biasanya interview-nya pake bahasa Inggris 
  3. Temen-temen gue mayoritasnya pake Bahasa Inggris  kayak Justin Bieber, Lady gaga, Selena Gomez jadi kalau ngobrol harus pake bahasa Inggris (Oke kalau yang ke-3 gue ngarang).

Jadi Intinya Belajar Bahasa Inggris prioritasnya cukup tinggi. Nah bagaimana menurut Anda?.
Bagi Reader yang baca "coretan" ini jangan cepat puas yah... cari lagi informasi Bahasa Inggris. Gue kasih penasaran deh. Sebenernya "Sejarah Bahasa Inggris Masuk sebagai Bahasa Internasional itu gimana sih?" penasaran? gue kasih petunjuk deh "Sejarah itu mengikuti siapa yang menang". Kalau yang udah tau gak usah koment "Gue udah tau, Gue udah tau"
Terima kasih Banyak buat Pembaca
Daftar Pustaka:
http://forum.kompas.com/sekolah-pendidikan/34453-mengenal-sejarah-bahasa-inggris.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_bahasa_Inggris
http://politikana.com/baca/2011/06/09/sejarah-bahasa-inggris-sebagai-bahasa-asing-di-indonesia.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini